Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Pasar Guwang

Pasar Guwang letaknya berdekatan dengan Pasar Sukawati yang berjarak sekitar 500 meter ke arah Denpasar lalu membelok ke kiri, menuju arah desa Guwang atau dari arah Denpasar berjarak kurang dari 9 km dan sebelum sampai di Pasar Sukawati membelok ke kanan. Lokasi Pasar Guwang ini berada di Banjar Cemenggaon, Desa Guwang, yang masih termasuk Kecamatan Sukawati, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar. Pasar Guwang merupakan pasar seni yang dibangun sebagai pasar percontohan dengan penataan yang luas dan rapi. Selain itu, pasar seni ini juga berfungsi sebagai pengembangan dari pasar sebelumnya yakni Pasar Seni Sukawati. Pasar Seni Guwang diresmikan penggunaannya pada tahun 2002 sebagai pasar seni yang menjual barang-barang cenderamata untuk setiap wisatawan.

Suasana di Pasar Guwang ini terkesan lebih rapi dan tertata dan areal pasarnya memiliki lahan parkir lebih luas yang dapat menampung puluhan bis-bis wisata. Sangat berbeda bila dibandingkan dengan Pasar Sukawati yang tempat parkirnya terbatas sedangkan pengunjungnya sangat ramai. Selain itu, di Pasar Sukawati tempatnya terlalu sempit, antara kios yang satu dengan lainnya saling berdekatan dengan barang-barang dagangan yang bertumpuk-tumpuk. Sehingga lorong-lorong pasarnya mensisakan ruang sempit yang hanya bisa dilalui satu orang saja. Bilamana sedang musim ramai seperti hari-hari libur dan akhir pekan, pengunjung atau pembeli di Pasar Sukawati akan berdesak-desakkan untuk berjalan dan memilih barang sehingga menimbulkan suasana yang panas dan terlihat sumpek. Jauh berbeda dengan Pasar Guwang, di mana setiap pengunjung yang ingin berbelanja tidak harus berdesak-desakan ketika memasuki pasar ataupun di dalam pasar. Kios-kios di pasar ini semuanya dibuat berjajar menghadap ke luar dan tidak ada yang berjualan di dalam yang membuat lorong-lorong pasar jadi sempit untuk pengunjung atau pembeli.

Pasar Seni Guwang ini terbagi menjadi 3 blok, yaitu blok A terletak di sebelah kiri dari pintu gerbang masuk. Kios-kios yang berada di blok ini sebagian besar menjual barang-barang cenderamata berupa kerajinan kayu ataupun barang yang lain. Di bagian blok B yang terletak di sebelah kanan pintu gerbang, penjualnya banyak yang menjual cenderamata berupa pakaian meskipun ada juga yang menjual selain bahan dari kain. Sedangkan blok C letaknya di antara ujung blok A dan blok B, sehingga blok-blok di Pasar Guwang ini membentuk huruf U dengan blok C sebagai penghubungnya, walaupun gedung bangunannya terpisah. Di bagian tengah-tengah pasar terdapat pohon mangga dan kamboja yang membuat suasana berkesan teduh. Sehingga bilamana ada pengunjung yang merasa lelah bisa duduk beristirahat sambil menikmati keteduhan di bawah pohon mangga dan kamboja itu. Dari ragam jenis dan bentuk barang-barang dagangan serta harganya, di Pasar Guwang tidak berbeda jauh dengan barang-barang cenderamata atau harganya di Pasar Sukawati. Leluasanya berbelanja di pasar ini tidak ada pedagang asongan yang berkeliling di sekitar atau di dalam pasar seperti di Pasar Sukawati. Sedangkan untuk pengunjung atau pembeli yang sebagian besarnya wisatawan di Pasar Guwang sudah lumayan ramai, terlebih lagi bila mendapat rombongan wisatawan yang datang dengan beberapa bis. Namun untuk dapat berbelanja lebih puas, sebaiknya datang lebih awal karena bilamana masih pagi, para pedagang biasanya memberikan harga yang lebih murah. Selain untuk penglaris (penggarus) dagangannya, hal tersebut dikarenakan pembeli yang masih sepi.

Iklan

Read Full Post »

Museum Le Majeur

Museum Le Majeur yang terletak di Jl. Hang Tuah, Denpasar, Bali berdiri pada tanggal 28 Agustus 1957 dan menjadi bagian   Museum Bali yang menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Adapun nama dari museum ini diambil dari nama sang pelukis itu sendiri yaitu Le Majeur seorang berkebangsaan Belgia yang datang ke Bali pada tahun 1932. Disini Majeur bertemu dengan seorang penari Legong terkenal yang bernama Ni Nyoman Pollok, yang kemudian dinikahinya dan tinggal di sebuah rumah kecil di daerah Pantai Sanur.

Museum Le Majeur merupakan museum seni rupa karena selain lukisan hasil karya Majeur sendiri juga dipamerkan berbagai jenis peralatan rumah tangga dan patung. Di dalam museum ini terdapat 88 buah lukisan hasil karya Le Majeur dengan berbagai macam media, seperti: kanvas, hardboard, triplek, urfah dan bagor. Sebagian besar objek lukisan Majeur adalah istrinya sendiri selain wanita Bali lainnya dalam berbagai pose.

Pada masanya, museum ini sering dikunjungi oleh Ir. Soekarno. Adapun ciri khas dari museum ini adalah terdapatnya  sepasang arca berupa replica dari Le Majeur dan istrinya Ni Nyoman Pollok.Dengan dibukanya museum ini bagi wisatawan, dan untuk memberikan kenyamanan maka dibuatlah beberapa fasilitas seperti: ruang bersantai, toilet, para penjual makanan dan minuman, serta area parkir yang sangat luas menyatu dengan objek wisata pantai Sanur.

Museum Le Majeur berjarak kurang lebih 3 km dari pusat kota Denpasar dan hanya dalam waktu sekitar 10 menit, anda akan tiba disini untuk melihat lukisan sambil menikmati indahnya suasana pantai Sanur nan menawan.

Berbicara tentang Bali tak pernah lepas dari hasil karya seni yang dihasilkan oleh para senimannya, bukan hanya berbicara tentang keindahannya namun juga mutu dari karya seni itu sendiri.

Read Full Post »

Museum Antonio Blanco

Museum Blanco merupakan sebuah museum yang berdiri diatas tanah pemberian Raja Puri Saren Ubud sebagai penghargaan atas hasil karya seni lukis yang telah dibuat Antonio Blanco selama beliau tinggal di Bali. Dalam museum ini  akan terlihat jelas kemampuan sang maestro menggambarkan keindahan seorang wanita. Museum ini terletak di atas bukit tepi sungai Campuan Ubud, Gianyar Bali.Halaman museum tertata dengan rapi dan asri, lengkap dengan koleksi burung-burung jenis golden macaw dan kakak tua hal ini menjadikan suatu pemandangan yang menarik bagi wisatawan yang datang.Jika anda akan memasuki museum,anda akan melewati gerbang yang besar serta menaiki anak tangga yang di kedua sisinya terdapat relief ular naga. Sesampainya di dalam, perjalanan menikmati lukisan dimulai dengan iringan musik opera klasik yang lembut sehingga membuat suasana berubah menjadi sangat romantis. Adapun sebagian besar lukisan-lukisan hasil karya sang maestro bertemakan wanita yang bertelanjang dada dengan estetisme yang tinggi  sehingga tidak terkesan pornografi. Salah satu wanita yang dijadikan objek lukisan oleh Antonio Blanco adalah seorang penari Bali Ni Ronji, yaitu istri sang Maestro sendiri.

Kebiasaan wanita Bali yang bekerja keras dan berjalan jauh dengan tangan terangkat memegang panggulan di atas kepala menjadikan bentuk payudara wanita Bali indah, sehingga berdasarkan hal ini pula Antonio Blanco terinspirasi untuk menulis sebuah artikel yang berjudul “Bali-a-Breast”. Lukisan sang Maestro yang sangat menjunjung keindahan bentuk tubuh wanita itulah yang menarik perhatian banyak kalangan mulai dari Soekarno, Mick Jagger, Jacko sampai Raja Spanyol pun memberikan gelar ‘Don’ di depan nama Antonio Blanco.Museum ini dibuat karena keinginan sang Maestro untuk mengabadikan semua semua hasil karyanya, namun sebelum diresmikannya museum ini Antonio Blanco meninggal dunia. Impian ini diteruskan oleh putranya bernama Mario Blanco yang mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang pelukis. Museum Blanco saat ini terbuka untuk umum, mempublikasikan seni dan karya lukisan sang Maestro juga sebagai tempat Mario bekerja. Untuk kenyamanan pengunjung, pihak museum menyediakan beberapa fasilitas pendukung yaitu: taman burung, teater mini, galeri, toko souvenir, restaurant, toilet serta area parkir yang memadai. Hadirnya Museum Blanco menambah daya tarik pariwisata pulau Dewata, Bali. Maka pantas kiranya museum ini dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata bila berlibur ke Bali.

Read Full Post »

Desa Budaya Batuan

Desa Budaya Batuan adalah salah satu desa tua yang ada di Bali, dan merupakan desa seniman, antara lain seniman lukis dan pahat. Selain itu di desa ini masih banyak terdapat rumah-rumah dengan bentuk asli bercorak tradisional Bali yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

Bentuk rumahnya terlihat kuno dan kecil dikelilingi tembok yang terbuat dari campuran tanah liat, pada bagian depan terdapat gapura yang berbentuk seperti candi Bentar dan merupakan pintu masuk utama. Masuk ke dalam pekarangan terdapat halaman luas dan bersih dengan tanah yang dilapisi batu kerikil bulat, ini dimaksud pada saat hujan tidak terjadi genangan dan air meresap ke dalam tanah. Di dalam pekarangan ini juga terdapat beberapa bangunan yang mempunyai fungsi masing-masing, antara lain adalah: rumah meton untuk tidur kepala keluarga, bale sakepat dan bale sakenan yang mempuyai fungsi yang sama yaitu sebagai tempat atau kamar tidur anak, bale dangin berfungsi untuk tempat santai dan tempat menerima tamu dan juga difungsikan sebagai tempat upacara keluarga seperti: upacara potong gigi, kematian dan hajat lainnya. Selain itu terdapat pemerajan tempat peribadatan untuk keluarga berbentuk pura kecil yang berada di sebelah kiri pekarangan.

Arsitektur rumah tradisional Bali merupakan bentuk dari tatanan budaya dan tradisi yang berawal dari kepindahan masyarakat Hindu Majapahit yang terdesak oleh budaya Islam. Pengaruh agama Hindu yang kuat menghormati alam semesta  dan lingkungan tercermin dalam bentuk bangunan tempat tinggal yang ada di Desa Budaya Batuan ini, Proses pembangunan rumah diawali dengan upacara agar semua bahan material yang digunakan bisa membuat keseimbangan antara bangunan dan alam sekitar.

Panduduk Desa Budaya Batuan ini pada awalnya mencari nafkah sebagai seniman, saat ini dikarenakan perkembangan zaman, ada juga yang bekerja sebagai karyawan dan pedagang.Jika anda ingin berkunjung ke Desa Budaya Batuan diperlukan waktu sekitar 20 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 14 km dari Kota Denpasar.Keanekaragaman budaya dan tradisi di Bali dengan masyarakatnya yang masih tetap memegang teguh dengan apa yang sudah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka membuat pulau Dewata ini menjadi salah satu tujuan wisata dunia

Read Full Post »

Pantai Sanur

Pantai Sanur adalah salah satu pantai favorit di Bali, hal ini terlihat dari ramainya pengunjung ke pantai Sanur, salah satunya karena Pantai Sanur telah menjadi objek wisata tujuan utama warga Denpasar terutama saat hari libur. Letaknya berada persis di sebelah timur kota Denpasar, masuk wilayah kecamatan Denpasar Selatan. Salah satu keunggulan pantai Sanur adalah Sunrise, letaknya yang berada di sebelah timur pulau Bali semakin menunjang Sanur sebagai tempat untuk menikmati Sunrise pilihan.

Pantai Sanur relatif memiliki ombak yang tenang  sehingga aman untuk melakukan kegiatan wisata seperti menyelam dan snorkeling. Karena air lautnya yang ramah, kegiatan menyelam dan snorkeling ini bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa terbatas tingkat keahlian dengan bimbingan ahli tentunya. Di bagian sebelah utara pantai Sanur berbentuk melingkar setengah lingkaran dan sementara di bagianair lautnya tidak begitu besar, dan saat air surut maka akan terlihat batu karang warna-warni indah di pandang.Sejarah pantai Sanur sudah di ada sejak jaman Bali Kuno, hal ini bisa di buktikan dengan tugu batu bertulis (Prasasti Blanjong) yang tidak lain adalah  prasasti dari Raja Kasari Warmadewa yang hidup di tahun 917 Masehi, prasasti itu terdapat di Blanjong, selatan pantai Sanur. Sementara di era 1900an Sanur sudah tercatat menjadi saksi sejarah mendaratnya tentara BelandaYang meng invasi pulau Bali sehingga akhirnya memicu terjadinya perang Puputan Badung. Sejak kejadian Invasi di tahun 1906 itu, Sanur juga menjadi pilhan A.J. Le Mayeur seorang pelukis Belgia beristrikan wanita loka Ni Polok. A.J. Le Mayeur yang menjadikan Sanur sebagai tempat tinggalnya sering mengadakan pameran tunggal di tempat ini, karena kebesaran namanya nama Sanur pun ikut terangkat mendunia.

Untuk menuju Pantai Sanur ini dari Denpasar menempuh jarang sekitar 3 km dan jika dari bandara internasional Ngurah Rai jaraknya sekitar 18 km. Untuk menju Sanur sangatlah mudah karena banyaknya kendaraan umum yang melayani rute Denpasar-Sanur yang cukup ramai. sangat mudah dicapai karena banyaknya kendaraan umum yang sangat ramai antara Sanur – Denpasar. Untuk tempat penginapan sebagai salah satu tempat kawasan wisata pantai yang favorit dan terkenal tidak akan sulit menemukan hotel bertaraf internasional seperti Hotel Grand Bali Beach, Hotel Sindhu Beach, Hotel Sanur Beach, Hotel Hyatt hotel-hotel mewah itu terletak sepanjang timur dan tenggara pantai Sanur yang Indah.

Read Full Post »

Pantai Jasri

Pantai Jasri adalah sebuah pantai  indah yang berlokasi di Desa Jasri, Kecamatan dan Kabupaten Karangasem, Propinsi Bali. Pantai ini menawarkan suasana yang asri dan alami membentang dari barat hingga ke timur serta terbagi menjadi 3 kawasan pantai yakni pantai jasri timur, pantai menteng dan pantai dalem jasri. Semua pantai memiliki ciri khas dan keistimewaan masing-masing yang membuat pantai berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pantai Jasri Timur misalnya sering di gunakan untuk keperluan ritual keagamaan melasti yakni sebuah upacara ritual penyucian benda-benda yang di anggap sakral.

Sementara Pantai Menteng sering di pakai oleh nelayan untuk mencari ikan, dan yang terkhir adalah pantai dalem jasri pantai inilah yang sering di gunakan untuk berwisata oleh para pengunjung baik domestik maupun mancanegara. Ombaknya yang tenang serta pesisir pantainya indah sehingga untuk musim-musim tertentu saat ombak bagus sering di gunakan oleh para peselancar baik lokal maupun mancanegara untuk berselancar.

Nama pantai Jasri berasal dari desa tempat pantai ini berada, penamaan Jasri bertujuan agar mudah diingat bagi semua orang yang akan mengunjunginya. Selain bisa menikmati semua pemandangan alam pantai yang indah dan menawan, pantai jasri juga menawarkan pilihan wisata lain yang bisa di nikmati seperti menaiki perahu jukung yang bisa di gunakan untuk memancing di sekitar pantai. Lalu bisa juga ber diving mauoun snorkeling karena pemandangan bawah laut pantai jasri sangat mempesona dengan semua ekositemnya.

Desa Jasri sendiri merupakan sebuah desa kecil yang berada di tepi pantai di Bali Timur. Potensi alam pantai yang indah di desa jasri bukanlah satu-satunya kelebihan yang di miliki desa ini. Masyarakatnya sangat ramah, suasana desanya asri dan lingkungannya masih tradisional juga menjadi nilai tambah saat wisatawan berunjung ke desa ini. Di masa yang akan datang Desa Jasri di proyeksikan menjadi salah satu desa wisata yang cukup ramai di kawasan Bali Timur.Dimana  masyarakat traditional Bali mulai dengan kehidupannya yang unik, kerajinan tangan desa Jasri yang khas, kesenian traditional, serta penginapan yang nyaman dan eco-friendly beserta  atraksi-atraksi wisata nya di harapkan bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Desa Jasri.

Read Full Post »

Taman Wisata Bali Mini

Taman Wisata Bali Mini adalah sebuah objek wisata alam dan pendidikan yang terletak di Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas, Ubud, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. di dalam Taman Wisata Bali Mini ini terdapat berbagai atraksi warisan budaya seni Bali yang bisa di lihat. Diantaranya adalah tradisi kehidupan masyarakat yang sudah mulai langka dan perlahan di tinggalkan oleh masyarakatnya seperti menumbuk padi dengan lesung dan alu, membuat golok, membuat minyak kelapa tradisional, membuat sesajen untuk upacara, kerajinan bambu dan kayu, melukis dan lain sebagainya.

Taman Wisata Bali Mini memang terinspirasi oleh Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, di Taman Wisata Bali Mini ini di maksudkan para pengunjung bisa melihat sekaligus mempelajari adat dan tradisi di Bali sehingga tidak sampai lupa akan warisan budaya yang kaya.  Disini juga terdapat pertunjukkan kesenian khas dari Desa Seraya, kabupaten Karang Asem yang bernama Gebuh Seraya yang di tampilkan secara rutin. Kesenian Gebuh Saraya di mainkan oleh 24 orang yang 12 orang diantaranya memainkan peran sebagai petarung yang menggunakan senjata pentungan yang terbuat dari rotan serta membawa alat untuk meangkis serangan oleh musuhnya, pertunjukan diiringi dengan instrument musik tradisional yang di mainkan oleh seniman dari Desa Seraya.

Sejarah pendirian Taman Wisata Bali Mini adalah atas dasar gagasan  Pande Ketut Krisna yang membuat Taman Wisata Bali Mini di tahun 1996. Sebagai penggagas Pande Ketut Krisna terinspirasi dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang merupakan miniatur budaya Indonesia, dan Pande Ketut Krisna menginginkan Taman Mini nanti berciri khas dan bergaya lokal Bali. Maka didirikanlah Taman wisata ini diatas lahan seluas 5 hektar, dikelilingi area persawahan dan hutan yang hijau. Sehingga membuat semakin cantik dan memepesona keberadaannya.

Sebagai Taman Wisata, Taman Wisata Bali Mini ini sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kenyamanan wisatawan. Fasilitas itu antara lain restaurant untuk memenuhi kebutuhan makanan setelah berkeliing, café, ruang bersantai untuk meikmati suasana Taman Wisata Bali Mini yang sejuk, ruang yang bisa di gunakan resepsi pernikahan maupun pertemuan, toilet serta lahan parkir nyaman yang bisa menampung bus-bus wisatawan yang datang berkunjung.

Sebagai tempat wisata yang menapung miniatur adat dan budaya Bali, Taman Wisata Bali Mini di harapkan bisa mengedukasi dan memberi pangetahuan kepada pengunjung baik anak-anak maupun dewasa tentang keberagaman budaya dan adat Bali yang kaya

Read Full Post »

Older Posts »