Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2013

Museum Bali Bird menjadi salah satunya. Museum ini terletak di Banjar Tengkulak, Desa Kemenuh, Ubud, Gianyar, Bali.

Museum Patung Bali Bird merupakan satu-satunya museum yang memamerkan berbagai replika patung burung yang terdapat di Bali, ada sekitar 360 species burung dalam bentuk dan ukuran yang sama persis aslinya ada di museum ini.

Di Museum Patung Burung ini anda akan menemukan ukiran patung burung laut, burung air, burung buas, burung berkaki panjang, burung penyanyi dan masih banyak lagi species lainnya dengan aneka gaya.

Selain melihat berbagai ukiran burung, di tempat ini juga anda dapat mempelajari ilmu tentang burung dan hewan lainnya karena museum ini dilengkapi dengan perpustakaan yang memuat sekitar 500 buku.

Dengan mengunjungi museum ini pengunjung dapat belajar tentang lingkungan, prilaku dan imigrasi setiap burung Bali. Berbagai keterangan tentang informasi paruh burung, kaki burung, bagaimana burung terbang, cara mereka makan serta cara melindungi diri akan diketahui juga disini.

Adapun ukiran patung burung yang ada disini merupakan hasil karya dari pemahat serta pelukis dari Banjar tengkulak tempat itu sendiri.

Ketertarikan yang sangat pada hewan terbang ini menginspirasi seorang ilmuwan asal Amerika Yang bernama Frank Williams untuk mendirikan Museum Patung Burung Bali yang bertujuan untuk melestarikan dan memamerkan berbagai jenis burung yang ada di Bali sehingga pengunjung mendapatkan pembelajaran mengenai peran burung Bali dalam ekosistim. Museum ini dibuat tahun 2008 dan diresmikan pada tanggal 2 January 2011.

Museum Patung Burung Bali Dilengkapi juga dengan fasilitas yaitu: toilet, Children room (arena edukasi dan bermain anak), Sony room (theater mini yang memutar film dokumenter tentang burung), Lembrang dan gamelan room (ruangan tempat bermain gamelan), perpustakaan serta area parkir yang cukup memadai.

Terletak di Desa yang sebagain besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai pengrajin patung dan petani. Panorama disekitar museum ini sangat indah dan menarik karena dikelilingi oleh persawahan.

Jika anda yang ingin mengunjungi Museum Patung Burung Bali, anda hanya memerlukan waktu kira-kira 30 menit perjalanan dengan jarak tempuh kurang lebih 21 km dari Kota Denpasar.

Iklan

Read Full Post »

Pasar Seni Kuta yang terletak di Singosari, Desa Kuta, Kabupaten Badung. Pasar Seni Kuta berada hanya beberapa meter dari pantai Kuta. Pasar Seni ini cukup luas dan memiliki deretan kios yang lumayan panjang. Pasar Seni Kuta buka dari jam 7 pagi sampai dengan jam 8 malam.

Di Pasar Seni Kuta anda bisa melihat dan membeli berbagai bentuk oleh-oleh ciri khas Bali. Mulai dari pakaian dengan motif Bali, bed cover, patung, lukisan, tas, pernak-pernik dan barang-barang lainnya, semua ada disini. Dikarenakan lokasinya berada di dekat pantai Kuta pasar ini selalu ramai dikunjungi wisatawan baik itu lokal maupun asing.

Semua barang yang dijual di pasar ini memiliki harga yang bervariasi tergantung keingingan dan tawar-menawar pada saat membeli, sama seperti pasar seni di tempat lain di Bali.

Bagi wisatawan yang belum sempat berkunjung ke pasar Sukawati, pasar ini bisa dijadikan salah satu tempat tujuan wisata belanja anda untuk mencari oleh-oleh, cindramata ciri khas bali untuk di bawa pulang sebagai kenang-kenangan untuk kolega, keluarga dan teman anda.

Dikarenakan Pasar Seni kuta ini berada di daerah tujuan wisata berbagai fasilitas terdapat disini, antara lain: area parkir, warung yang menjual makanan dan minuman, hotel, mini market dan lain-lain.

Jika anda ingin ke Pasar Seni Kuta ini diperlukan waktu kurang lebih 20 menit perjalanan dengan jarak tempuh kira-kira 12 km dari Kota Denpasar bila menggunakan kendaraan bermotor.

Read Full Post »

Pasar Guwang

Pasar Guwang letaknya berdekatan dengan Pasar Sukawati yang berjarak sekitar 500 meter ke arah Denpasar lalu membelok ke kiri, menuju arah desa Guwang atau dari arah Denpasar berjarak kurang dari 9 km dan sebelum sampai di Pasar Sukawati membelok ke kanan. Lokasi Pasar Guwang ini berada di Banjar Cemenggaon, Desa Guwang, yang masih termasuk Kecamatan Sukawati, Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar. Pasar Guwang merupakan pasar seni yang dibangun sebagai pasar percontohan dengan penataan yang luas dan rapi. Selain itu, pasar seni ini juga berfungsi sebagai pengembangan dari pasar sebelumnya yakni Pasar Seni Sukawati. Pasar Seni Guwang diresmikan penggunaannya pada tahun 2002 sebagai pasar seni yang menjual barang-barang cenderamata untuk setiap wisatawan.

Suasana di Pasar Guwang ini terkesan lebih rapi dan tertata dan areal pasarnya memiliki lahan parkir lebih luas yang dapat menampung puluhan bis-bis wisata. Sangat berbeda bila dibandingkan dengan Pasar Sukawati yang tempat parkirnya terbatas sedangkan pengunjungnya sangat ramai. Selain itu, di Pasar Sukawati tempatnya terlalu sempit, antara kios yang satu dengan lainnya saling berdekatan dengan barang-barang dagangan yang bertumpuk-tumpuk. Sehingga lorong-lorong pasarnya mensisakan ruang sempit yang hanya bisa dilalui satu orang saja. Bilamana sedang musim ramai seperti hari-hari libur dan akhir pekan, pengunjung atau pembeli di Pasar Sukawati akan berdesak-desakkan untuk berjalan dan memilih barang sehingga menimbulkan suasana yang panas dan terlihat sumpek. Jauh berbeda dengan Pasar Guwang, di mana setiap pengunjung yang ingin berbelanja tidak harus berdesak-desakan ketika memasuki pasar ataupun di dalam pasar. Kios-kios di pasar ini semuanya dibuat berjajar menghadap ke luar dan tidak ada yang berjualan di dalam yang membuat lorong-lorong pasar jadi sempit untuk pengunjung atau pembeli.

Pasar Seni Guwang ini terbagi menjadi 3 blok, yaitu blok A terletak di sebelah kiri dari pintu gerbang masuk. Kios-kios yang berada di blok ini sebagian besar menjual barang-barang cenderamata berupa kerajinan kayu ataupun barang yang lain. Di bagian blok B yang terletak di sebelah kanan pintu gerbang, penjualnya banyak yang menjual cenderamata berupa pakaian meskipun ada juga yang menjual selain bahan dari kain. Sedangkan blok C letaknya di antara ujung blok A dan blok B, sehingga blok-blok di Pasar Guwang ini membentuk huruf U dengan blok C sebagai penghubungnya, walaupun gedung bangunannya terpisah. Di bagian tengah-tengah pasar terdapat pohon mangga dan kamboja yang membuat suasana berkesan teduh. Sehingga bilamana ada pengunjung yang merasa lelah bisa duduk beristirahat sambil menikmati keteduhan di bawah pohon mangga dan kamboja itu. Dari ragam jenis dan bentuk barang-barang dagangan serta harganya, di Pasar Guwang tidak berbeda jauh dengan barang-barang cenderamata atau harganya di Pasar Sukawati. Leluasanya berbelanja di pasar ini tidak ada pedagang asongan yang berkeliling di sekitar atau di dalam pasar seperti di Pasar Sukawati. Sedangkan untuk pengunjung atau pembeli yang sebagian besarnya wisatawan di Pasar Guwang sudah lumayan ramai, terlebih lagi bila mendapat rombongan wisatawan yang datang dengan beberapa bis. Namun untuk dapat berbelanja lebih puas, sebaiknya datang lebih awal karena bilamana masih pagi, para pedagang biasanya memberikan harga yang lebih murah. Selain untuk penglaris (penggarus) dagangannya, hal tersebut dikarenakan pembeli yang masih sepi.

Read Full Post »

Bali Fun World

Bali Fun World yang terletak di Jalan Lettu I Wayan Sutha II, Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Bali Fun World merupakan wahana bermain dan pusat hiburan dibuat untuk anak-anak dan keluarga. Seluruh permainan yang terdapat di tempat disini telah mempunyai standart kenyamanan dan keamanan yang berlaku dan diakui sesuai dengan Standard National dan International.Disini anak-anak belajar memahami dunianya dengan bermain melalui permainan dan belajar mengenal keadaan di sekitarnya, melatih kemampuan fisik, mengembangkan kemampuan kognitif dan emosi serta belajar bersosialisasi dan menyelesaikan masalah dengan aman dan menyenangkan. Di hari biasa terutama pada hari libur banyak orang tua membawa buah hati mereka ketempat ini.

Bali Funworld dibagi beberapa area berdasarkan kelompok umur, adapun area tersebut antara lain dinamakan area Soft playground (usia dibawah 6 tahun), di tempat ini anak-anak di usia balita akan bebas bermain, merangkak, belajar berjalan, berlari kecil dengan bebas dari gangguan anak anak lain yang lebih besar. Bentuk permainan yang ada soft playground saat ini: mini climbing, mini slides, ball pool, trampoline, playhouse, bouncing castle, swings, soft play bricks,  jumping balls, obstacle course, mini cars, mini bike, mini basket, giant basket, football, mini car coaster, rocking animals, dinosaur climbing.

Selain area kegiatan untuk anak-anak di bawah 6 tahun, di Funworld ini juga terdapat area bermain lain untuk anak-anak diatas 6 tahun yang terus mengalami pengembangan sesuai dengan hiburan dan permainan saat ini, adapun area permainan tersebut: big module play luas 165M2 ketinggian 8M, gladiator fight, football, rodeo bull ride, giant boxing, trampolines, bungee-trampolines, climbing-wall 9 meter high, mega-slide, sumo wrestling, equalizer, bungee run, air hockey tables, basketball hoops, game room Ps2 & Ps3 serta karaoke room.

Bagi orang tua atau orang dewasa yang mengantar anak-anak mereka tidak perlu bosan lama menunggu karena di Funworld ini juga terdapat arena yang menantang dan diperuntukan bagi orang dewasa, antara lain arena: wi-fi, air hockey, giant slide, giant climb, rodeo bull ride, giant boxing, sumo wrestling, bungee Trampoline, gladiator fight. Bali funworld dibangun tahun 2007 diatas tanah seluas 5000M2, dengan arena khusus Indoor Playgorund seluas 2000M2  dan saat ini mempunyai Module Playsistem terbesar di INDONESIA

Fasilitas yang terdapat di Bali Funworld ini antara lain: tempat perayaan ultah, piknik group, layanan khusus (menerima permintaan khusus di luar jam operasional), program team building, memyewakan perlengkapan dan keperluan event, area parkir.

Bagi anda yang ini datang ke Bali Funworld ini waktu yang diperlukan kira-kira 30 menit dengan jarak tempuh lebih kurang 16 km dari Kota Denpasar.

Read Full Post »

jegog3

Jegog terletak di Desa Sangkaragung, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Seni Jegog adalah alat musik yang terbuat dari pohon bambu berukuran besar yang dibentuk sedemikian rupa yang dapat menghasilkan suara merdu dan irama yang menawan hati. Kesenian ini tetap terpelihara sampai saat ini dan merupakan suatu atraksi budaya yang memiliki ciri khas tersendiri. Instrumen  ini terbuat dari 90 persen  bambu dalam berbagai ukuran. Dimulai dari ketebalan yang terbesar adalah panjang 300 cm, diameter 18 cm dan ketebalan 2 cm. Adapun latar dari cerita Jegog ini adalah kembali ke masa pemerintahan Belanda.

Jegog  biasanya dimainkan oleh dua kelompok yang  menunjukkan kekuatan dan kemampuan mereka dalam bermain musik satu sama lain. Hal ini disebut juga  Mebarung, dimana terkadang ditambah dengan satu kreatifitas  tarian yang menarik dan lagu-lagu oleh para pemain tim, sehingga menghasilkan suatu karya seni yang  begitu fantastis, padat dan alami.

Instrumen ini mampu menarik perhatian para wisatawan mancanegara yang datang kesini dikarenakan sebagian besar alat musiknya terbuat dari bambu, kayu jati dan cendana yang apabila dimainkan dalam urutan tertentu dapat menghasilkan suara yang indah seperti gamelan Bali.

Saat ini, ada sekitar 56 kelompok jegog tinggal di banyak desa. Suar Agung adalah salah satu dari kelompok jegog yang berada di desa Sangkaragung, 5 km sebelah timur Negara, dimana sebagian besar para pemainnya adalah petani Bali yang mengisi waktu senggang mereka dengan bermain jegog. Kesenian Jegog telah sangat popular di dunia khususnya bagi wisatawan Jepang yang selalu ingin menyaksikan Jegog dilakukan di rumah mereka sendiri dengan suasana visualistiknya yang masih alami.

Jegog  diciptakan pada tahun 1912 oleh Kiyang Geliduh, seorang seniman yang berasal dari banjar Sebual, Desa Dangin Tukad Aya, Negara, Jembrana dan diaklamasikan oleh kalangan seniman masyarakat Jembrana. Kata “Jegog” itu sendiri diambil dari nama sebuah instrumen Kesenian Gong Kebyar yang sangat besar. Pada tahun 1920, Jegog dilanjutkan oleh Pan Natil yang kemudian dikenal dengan sebutan Kiang Jegog dari Desa Dlodbrawah yang akhirnya meluas hingga ke seluruh Jembrana.

Konon ada sebuah cerita tentang instrument ini yaitu ketika masyarakat mulai berkumpul serta memilih bambu-bambu yang terbaik untuk dibuat alat musik, Belanda mengira mereka membuat bambu runcing sebagai senjata untuk berperang yang berakibat Belanda menghentikan mereka dan mengambil bambu-bambu tersebut dari rakyat. Sejak itu kesenian Jegog terhenti selama beberapa tahun. Hingga pada akhirnya lewat seorang seniman lokal bernama I Ketut Suwentra dibawah naungan yayasan Suar Agung, musik Jegog kembali hadir dan terkenal.

Desa Sangkaragung tempat dimana kesenian ini berada merupakan desa wisata dimana sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bertani. Di dukung dengan akses jalan yang sangat baik serta keramahan masyarakatnya maka pantaslah desa ini menyandang julukan sebagai desa wisata.

Fasilitas yang tersedia di arena pertunjukan kesenian Jegog ini adalah panggung terbuka, warung penjual makanan dan minuman, toilet serta area parkir yang cukup memadai.

Untuk sampai ke tempat ini anda memerlukan waktu 2,5 jam perjalanan dengan jarak yang harus ditempuh kurang lebih 110 km, namun demikian perjalanan anda tetap akan terasa nyaman karena pemandangan alam kawasan Jembrana yang alami serta udara yang sejuk senantiasa mengiriringi perjalanan anda

Read Full Post »

Bali canyon tubing

Bali Canyon Tubing adalah salah satu pengembangan potensi alam sungai atau ngarai sebagai media bagi wisata arung jeram. Objek wisata ini berada di Desa Payangan, sebelah utara Ubud, Bali.

Bali Canyon Tubing merupakan suatu atraksi wisata berupa petualangan air di ngarai payangan yang dibatasi oleh tebing tinggi  dengan panorama alam yang eksotis, dimana anda akan menemui beberapa spesies burung serta beberapa tanaman yang sudah langka tumbuh di beberapa bibir tebing.

Atraksi atau permainan Canyon Tubing ini mirip dengan rafting, bedanya jika rafting terdiri atas 4 orang dan seorang instruktur dalam satu boat, sedang Canyon Tubing dalam satu boat hanya memuat seorang saja, dimana instruktur hanya berada di setiap track. Selain Tubing itu sendiri ada juga permainan flying fox melintasi ngarai, suatu petualangan yang mendebarkan dan memicu adrenalin wisatawan. Tidak hanya petualangan air yang anda dapat disini, Buggy/Quad off road juga menjadi bagian dari objek wisata alam Bali Canyon Tubing ini. Disini anda akan dibawa melintasi kemiringan tebing dan turun sebentar, serta melanjutkan rute melintasi area perkebunan dan hutan hujan yang lebat menemui sekelompok kera di akhir perjalanan.

Bali Canyon Tubing dibuat pada tahun 1993, berada diatas lahan seluas 3 hektar dengan rute off road sekitar 16.8 hektar. Untuk memberikan kenyaman yang maksimal bagi wisatawan yang datang berpetualang maka pihak Bali Canyon Tubing melengkapinya dengan beberapa fasilitas yaitu : instruktur yang berpengalaman dan menemani jika diperlukan. Restaurant, toilet, gazebo, serta area parkir yang memadai.

Untuk tiba di objek wisata ini anda membutuhkan watu kira-kira 70 menit perjalanan dengan jarak kurang lebih 32 km dari Kota Denpasar, Bali.

Petualangan seru dan menyenangkan akan anda dapatkan bila anda berkunjung kesini, karena Desa Payangan memberikan sejuta pesona keindahan alam yang takkan mungkin terlupakan. Bali tetap yang terbaik.

Read Full Post »

Legung Luwih yang berada di desa Tunjuk Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan. Legung Luwih adalah objek wisata yang berada di Desa Tunjuk yang menawarkan suasana mengesankan tentang kehidupan pedesaan di Bali yang masih asri berserta aktifitas-aktifitas kesehariannya penduduknya. Wisatawan yang datang kesini diajak berkeliling Desa melihat bangunan tradisional. Mengunjungi area pertanian dan bisa ikut berpartisipasi membajak sawah, Menanam padi dan menuai. Menyaksikan secara langsung petani yang tengah menurunkan air nira dari pohon enau yang merupakan bahan dasar minuman tuak khas Bali, melihat dan mencoba cara membuat gula merah dengan tungku tradisional menggunakan kayu bakar.

Wisatawan juga diajak mengunjungi kebun tropis yang didalamnya terdapat berbagai macam pohon buah-buahan dan tamanan keras mulai dari nangka, mangga, durian, nanas, manggis, rambutan, salak, sawo, kakao, kopi, vanili, kelapa dan lain-lain. Maksud dan tujuan menunjungi ke kebun ini agar wisatawan yang saat ini hanya tahu bentuk buahnya saja dapat juga mengetahui bentuk pohonnya. Selanjutnya wisatawan diajak kehutan tropis yang terdapat dilokasi. Di dalam hutan tersebut terdapat sungai berair jernih yang mengalir ke jurang dimana diatasnya terdapat Pura Beji Legung. Karena lokasi ini sangat tenang dan asri sehingga saat cocok untuk tempat meditasi.

Awal mula Legung Luwih ini dijadikan salah satu objek wisata atas dasar kesadaran masyarakat sekitar dan melihat kondisi desa yang masih tradisional yang masih berpegang teguh dengan adat dan tradisi sehinga  cocok untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata di Bali, belum lagi kalau dilihat dari kondisi wisatawan saat ini yang mulai jenuh terhadap bentuk wisata konvensional dan mulai beralih ke objek wisata yang bersifat alami.

Masyarakat disekitar Legung Luwihini rata-rata bermata pencaharian sebagai petani, ini bisa terlihat dari sawah dan kebun yang ada dilokasi. Dengan dijadikannya tempat ini sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Tabanan harapkan bisa meningkatkan perekonomian didaerah tersebut.

Jarak tempuh untuk sampai kelokasi kira-kira 28 km dari Denpasar dan lebih kurang 120 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai Bali bila menggunakan kendaraan bermotor.

Bila anda datang ke Bali dan ingin melihat kehidupan masyarakat Bali yang masih Tradisional dan masih menjunjung tinggi tradisi berkunjunglah ke Legung Luwih ini.

Read Full Post »

Older Posts »