Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2013

Museum Puri Lukisan

Museum Puri Lukisan merupakan salah satu objek wisata yang menarik yang berada di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Tepatnya di Jalan Raya Ubud, berjarak kira-kira 11 km dari Kota Gianyar. Jarak tempuh yang diperlukan bagi anda yang ingin mengunjungi Museum Puri Lukisan ini kurang lebih 90 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai dan kira-kira 40 menit dari Kota Denpasar bila menggunakan kendaraan bermotor.

Museum Puri Lukisan Memiliki sejarah penting tentang perkembangan seni yang ada di Bali. Di dalam museum ini tersimpan berbagai koleksi lukisan dan patung. Lukisan disini kebanyakan menggambarkan suasana kehidupan masyarakat Bali serta cerita tentang kisah pewayangan. Museum ini terdiri dari 4 bangunan terpisah, dimana kesemuanya dipergunakan untuk memajang dan menyimpan koleksi lukisan dan patung-patung. Bangunan pertama dinamakan Pitamaha Gallery koleksi dari I Gusti Nyoman Lempad, Bangunan kedua dinamakan Ida Bagus Made Gallery koleksi dari Ida Bagus Made, Bangunan Ketiga dinamakan Wayang Gallery tempat menyimpan dan memajang berbagai koleksi lukisan wayang dan bangunan yang keempat dipergunakan sebagai tempat informasi sejarah para pendiri juga dipergunakan sebagai gedung marketing.

Selain dari pada itu Museum Puri Lukisan inipun membuka pelatihan singkat bagi para pengunjung yang ingin mempelajari tentang segala bentuk kesenian beserta aspek kehidupan masyarakat Bali seperti membuat wayang, bermain gamelan, membuat layang-layang, melukis topeng, memahat dan mengukir kayu, menyusun buah untuk sesajen upacara keagamaan, membuat keranjang, bermain seruling, melukis natural, membatik, mempelajari tari Bali, mempelajari bahasa Indonesia, memasak masakan tradisional Bali dan lain-lain.

Sejak abad ke-20, Bali sudah dikunjungi orang-orang barat terutama seniman yang ingin mendapat inspirasi melalui keistimewaan seni tradisional Bali, seperti Miguel Covarrubras (Mexico), Walter Spies (Jerman) dan Rudolf Bonnet (Belanda), teristimewa Rudolf Bonnet seniman  yang mencoba untuk memelihara kwalitas kesenian yang ada di Bali.

Museum Puri Lukisan dikelola oleh Yayasan Ratna Wartha, Ubud. Upacara peletakan batu pertama pembangunan museum ini tahun 1954  yang dilakukan oleh Perdana Menteri Republik Indonesia Mr. Ali Sostroamidjoyo sedangkan untuk upacara peresmian museum ini tanggal 31 januari tahun 1956 oleh Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia Mr. Muhammad Yamin.

Awal mula dibentuknya Museum Puri Lukisan ini dimulai pada tahun 1936, Tjokorda Gde Agung Sukawati (Raja Ubud Almarhum) dan saudaranya Tjokorda Gde Raka Sukawati beserta seorang pelukis tenar I Gusti Nyoman Lempad mendirikan suatu badan yang disebut Pitamaha dengan tujuan memberikan wadah atau tempat bagi para seniman Bali untuk berinspirasi, berkarya dan memperkenalkan kesenian Bali.

Di Luar Badan pendiri tadi lahirlah Yayasan Ratna Wartha tahun 1952 yang kegiatannya membantu Museum Puri Lukisan. Sampai sekarang Museum Puri Lukisan ini masih mempertahankan, memelihara dan memperbaiki kwalitas dari kesenian tradisonal Bali.

Museum ini telah dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas sebagai berikut; area parkir yang luas, toilet, toko souvenir, toko makanan dan minuman, workshop serta taman dan kolam yang asri, sehingga menjadikan Museum Puri Lukisan ini nyaman untuk dikunjungi.

Iklan

Read Full Post »

Desa Budaya Kertalangu

Bali merupakan salah satu tujuan wisata dunia yang menawarkan berbagai fasilitas yang mengesankan berstandard internasional dilengkapi dengan budaya dan adat istiadat yang masih terjaga sampai saat ini, dari sekian tujuan wisata di Bali Desa Budaya Kertalangu adalah salah satunya yang terletak di Jalan By Pass, Ngurah Rai No. 88X, Kesiman, Denpasar.

Desa Budaya Kertalangu tepat berada di lahan seluas 80 hektar terdiri dari bangunan yang dikelilingi sawah-sawah dan kebun yang subur hijau alami, desa ini memiliki pesona alam yang tersembunyi dimana didalamya terdapat Tugu Perdamaian Dunia yang dikelilingi patung toko-toko dunia. Negara-negara independen yang mendukung perdamaian serta symbol-simbol agama dari 9 dunia.

Banyak pengunjung datang kesini untuk menikmati suasana alam desa ini bersama keluarga dan teman. Aktifitas yang bisa dilakukan di sini antara lain: menunggang kuda, membuat sabun, menanam padi, tangkap bebek, melukis layang layang, mewarnai patung, mengayam, membuat canang, menari dan melukis diatas kanvas.

Desa Budaya Kertalangu dibuat atas dasar pemikiran bapak Suardhana Linggih pada tahun 2005, penduduk asli yang ingin turut berpartisipasi memajukan industri pariwisata di Bali dengan konsep desa pertama di Bali yang didedikasikan untuk wadah sadar perdamaian, kebudayaan dan hidup berwawasan hijau bagi siapapun di dunia ini.

Fasilitas yang terdapat di Desa Budaya Kertalangu ini antara lain: taman kertalangu, sasana budaya, alun-alun, kopi sawah, merpati room, angsa room, genesha park, genesa ArtScience, 3 km area jogging, kolam pancing, plying fox, toko cindramata dan lain lain.

Untuk bisa sampai di Desa Budaya Kertalangu ini anda memerlukan waktu kira-kira 15 menit dengan jarak tempuh lebih kurang 6 km dari Kota Denpasar.

Sejuk, tenang dan hijaunya persawahan Desa Budaya Kertalangu ini bisa di jadikan salah satu tempat alternatif liburan anda bersama kolega, teman dan keluarga.

Read Full Post »

Desa Petulu

Desa Petulu adalah sebuah Desa yang menjadi rumah atau tempat berkumpulnya ratusan burung Kokoan atau bangau putih, terletak di Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Desa Petulu disebut juga Desa Kokoan karena Desa ini memiliki pesona alam yang luar biasa dengan ratusan burung Kokoan atau Bangau Putih yang berterbangan diangkasa dan hidup nyaman diatas pohon-pohon pelindung yang ada disepanjang jalan Desa ini. Burung-burung Kokoan ini datang ke Desa Bulan November sampai dengan Maret untuk membuat sarang, bertelur dan menetaskan telurnya, pada Bulan April anak burung sudah mulai terbang dan mencari makan hingga populasinya berkurang disiang hari dan kembali ke Desa Petulu pada pukul 6 sore waktu setempat. Tampak keselarasan dalam kehidupan di Desa petulu ini antara manusia dan alam.

Menurut cerita, burung-burung ini sangat dikeramatkan karena konon pada tahun 1965 dimana pada waktu itu jumlah burung Kokoan hanya beberapa ekor saja, burung ini banyak diburu oleh manusia. Mereka datang ke Desa Petulu untuk menangkap dan memakan burung ini, namun anehnya mereka kembali datang ke Desa Petulu untuk memberitahukan pada masyarakat desa bahwa mereka didatangi oleh mahluk hitam besar baik itu dimimpi dan dikenyataan, berdasarkan hal tersebut maka dibuatlah upacara permintaan maaf dipura setempat, pada saat upacara dilaksanakan pendeta disana mengalami kerasukan dan mengatakan bahwa burung-burung Kokoan atau Bangau tersebut adalah pengawal Ida Betara (Dewa). Sejak saat itu burung-burung Kokoan tidak lagi diburu dan hidup aman serta damai berdampingan dengan warga sekitar. Banyaknya burung Kokoan yang datang menjadi pertanda bagi warga akan kemakmuran desa, sebab kotoran burung ini dapat dijadikan pupuk yang menyuburkan kembali sawah masyarakat Desa Petulu.

Keindahan alam dan pesona burung Kokoan ini dapat anda nikmati sejak awal masuk ke Desa Petulu gunung ini yang saat ini sudah ada tempat santai berupa warung makanan dan minuman diarea persawahan dimana dari tempat ini kita bisa melihat ratusan burung Kokoan atau Bangau Putih berterbangan  dan hinggap diatas pohon-pohon pelindung yang ada disepanjang jalan Desa.

Desa Petulu berada sekitar 30 km dari Kota Denpasar dan dapat ditempuh kira-kira dalam waktu 45 menit perjalanan.

Read Full Post »

Museum Le Majeur

Museum Le Majeur yang terletak di Jl. Hang Tuah, Denpasar, Bali berdiri pada tanggal 28 Agustus 1957 dan menjadi bagian   Museum Bali yang menyimpan nilai sejarah yang tinggi. Adapun nama dari museum ini diambil dari nama sang pelukis itu sendiri yaitu Le Majeur seorang berkebangsaan Belgia yang datang ke Bali pada tahun 1932. Disini Majeur bertemu dengan seorang penari Legong terkenal yang bernama Ni Nyoman Pollok, yang kemudian dinikahinya dan tinggal di sebuah rumah kecil di daerah Pantai Sanur.

Museum Le Majeur merupakan museum seni rupa karena selain lukisan hasil karya Majeur sendiri juga dipamerkan berbagai jenis peralatan rumah tangga dan patung. Di dalam museum ini terdapat 88 buah lukisan hasil karya Le Majeur dengan berbagai macam media, seperti: kanvas, hardboard, triplek, urfah dan bagor. Sebagian besar objek lukisan Majeur adalah istrinya sendiri selain wanita Bali lainnya dalam berbagai pose.

Pada masanya, museum ini sering dikunjungi oleh Ir. Soekarno. Adapun ciri khas dari museum ini adalah terdapatnya  sepasang arca berupa replica dari Le Majeur dan istrinya Ni Nyoman Pollok.Dengan dibukanya museum ini bagi wisatawan, dan untuk memberikan kenyamanan maka dibuatlah beberapa fasilitas seperti: ruang bersantai, toilet, para penjual makanan dan minuman, serta area parkir yang sangat luas menyatu dengan objek wisata pantai Sanur.

Museum Le Majeur berjarak kurang lebih 3 km dari pusat kota Denpasar dan hanya dalam waktu sekitar 10 menit, anda akan tiba disini untuk melihat lukisan sambil menikmati indahnya suasana pantai Sanur nan menawan.

Berbicara tentang Bali tak pernah lepas dari hasil karya seni yang dihasilkan oleh para senimannya, bukan hanya berbicara tentang keindahannya namun juga mutu dari karya seni itu sendiri.

Read Full Post »

Museum Antonio Blanco

Museum Blanco merupakan sebuah museum yang berdiri diatas tanah pemberian Raja Puri Saren Ubud sebagai penghargaan atas hasil karya seni lukis yang telah dibuat Antonio Blanco selama beliau tinggal di Bali. Dalam museum ini  akan terlihat jelas kemampuan sang maestro menggambarkan keindahan seorang wanita. Museum ini terletak di atas bukit tepi sungai Campuan Ubud, Gianyar Bali.Halaman museum tertata dengan rapi dan asri, lengkap dengan koleksi burung-burung jenis golden macaw dan kakak tua hal ini menjadikan suatu pemandangan yang menarik bagi wisatawan yang datang.Jika anda akan memasuki museum,anda akan melewati gerbang yang besar serta menaiki anak tangga yang di kedua sisinya terdapat relief ular naga. Sesampainya di dalam, perjalanan menikmati lukisan dimulai dengan iringan musik opera klasik yang lembut sehingga membuat suasana berubah menjadi sangat romantis. Adapun sebagian besar lukisan-lukisan hasil karya sang maestro bertemakan wanita yang bertelanjang dada dengan estetisme yang tinggi  sehingga tidak terkesan pornografi. Salah satu wanita yang dijadikan objek lukisan oleh Antonio Blanco adalah seorang penari Bali Ni Ronji, yaitu istri sang Maestro sendiri.

Kebiasaan wanita Bali yang bekerja keras dan berjalan jauh dengan tangan terangkat memegang panggulan di atas kepala menjadikan bentuk payudara wanita Bali indah, sehingga berdasarkan hal ini pula Antonio Blanco terinspirasi untuk menulis sebuah artikel yang berjudul “Bali-a-Breast”. Lukisan sang Maestro yang sangat menjunjung keindahan bentuk tubuh wanita itulah yang menarik perhatian banyak kalangan mulai dari Soekarno, Mick Jagger, Jacko sampai Raja Spanyol pun memberikan gelar ‘Don’ di depan nama Antonio Blanco.Museum ini dibuat karena keinginan sang Maestro untuk mengabadikan semua semua hasil karyanya, namun sebelum diresmikannya museum ini Antonio Blanco meninggal dunia. Impian ini diteruskan oleh putranya bernama Mario Blanco yang mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang pelukis. Museum Blanco saat ini terbuka untuk umum, mempublikasikan seni dan karya lukisan sang Maestro juga sebagai tempat Mario bekerja. Untuk kenyamanan pengunjung, pihak museum menyediakan beberapa fasilitas pendukung yaitu: taman burung, teater mini, galeri, toko souvenir, restaurant, toilet serta area parkir yang memadai. Hadirnya Museum Blanco menambah daya tarik pariwisata pulau Dewata, Bali. Maka pantas kiranya museum ini dijadikan sebagai salah satu tujuan wisata bila berlibur ke Bali.

Read Full Post »

Desa Budaya Batuan

Desa Budaya Batuan adalah salah satu desa tua yang ada di Bali, dan merupakan desa seniman, antara lain seniman lukis dan pahat. Selain itu di desa ini masih banyak terdapat rumah-rumah dengan bentuk asli bercorak tradisional Bali yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

Bentuk rumahnya terlihat kuno dan kecil dikelilingi tembok yang terbuat dari campuran tanah liat, pada bagian depan terdapat gapura yang berbentuk seperti candi Bentar dan merupakan pintu masuk utama. Masuk ke dalam pekarangan terdapat halaman luas dan bersih dengan tanah yang dilapisi batu kerikil bulat, ini dimaksud pada saat hujan tidak terjadi genangan dan air meresap ke dalam tanah. Di dalam pekarangan ini juga terdapat beberapa bangunan yang mempunyai fungsi masing-masing, antara lain adalah: rumah meton untuk tidur kepala keluarga, bale sakepat dan bale sakenan yang mempuyai fungsi yang sama yaitu sebagai tempat atau kamar tidur anak, bale dangin berfungsi untuk tempat santai dan tempat menerima tamu dan juga difungsikan sebagai tempat upacara keluarga seperti: upacara potong gigi, kematian dan hajat lainnya. Selain itu terdapat pemerajan tempat peribadatan untuk keluarga berbentuk pura kecil yang berada di sebelah kiri pekarangan.

Arsitektur rumah tradisional Bali merupakan bentuk dari tatanan budaya dan tradisi yang berawal dari kepindahan masyarakat Hindu Majapahit yang terdesak oleh budaya Islam. Pengaruh agama Hindu yang kuat menghormati alam semesta  dan lingkungan tercermin dalam bentuk bangunan tempat tinggal yang ada di Desa Budaya Batuan ini, Proses pembangunan rumah diawali dengan upacara agar semua bahan material yang digunakan bisa membuat keseimbangan antara bangunan dan alam sekitar.

Panduduk Desa Budaya Batuan ini pada awalnya mencari nafkah sebagai seniman, saat ini dikarenakan perkembangan zaman, ada juga yang bekerja sebagai karyawan dan pedagang.Jika anda ingin berkunjung ke Desa Budaya Batuan diperlukan waktu sekitar 20 menit dengan jarak tempuh kurang lebih 14 km dari Kota Denpasar.Keanekaragaman budaya dan tradisi di Bali dengan masyarakatnya yang masih tetap memegang teguh dengan apa yang sudah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka membuat pulau Dewata ini menjadi salah satu tujuan wisata dunia

Read Full Post »

Pantai Sanur

Pantai Sanur adalah salah satu pantai favorit di Bali, hal ini terlihat dari ramainya pengunjung ke pantai Sanur, salah satunya karena Pantai Sanur telah menjadi objek wisata tujuan utama warga Denpasar terutama saat hari libur. Letaknya berada persis di sebelah timur kota Denpasar, masuk wilayah kecamatan Denpasar Selatan. Salah satu keunggulan pantai Sanur adalah Sunrise, letaknya yang berada di sebelah timur pulau Bali semakin menunjang Sanur sebagai tempat untuk menikmati Sunrise pilihan.

Pantai Sanur relatif memiliki ombak yang tenang  sehingga aman untuk melakukan kegiatan wisata seperti menyelam dan snorkeling. Karena air lautnya yang ramah, kegiatan menyelam dan snorkeling ini bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa terbatas tingkat keahlian dengan bimbingan ahli tentunya. Di bagian sebelah utara pantai Sanur berbentuk melingkar setengah lingkaran dan sementara di bagianair lautnya tidak begitu besar, dan saat air surut maka akan terlihat batu karang warna-warni indah di pandang.Sejarah pantai Sanur sudah di ada sejak jaman Bali Kuno, hal ini bisa di buktikan dengan tugu batu bertulis (Prasasti Blanjong) yang tidak lain adalah  prasasti dari Raja Kasari Warmadewa yang hidup di tahun 917 Masehi, prasasti itu terdapat di Blanjong, selatan pantai Sanur. Sementara di era 1900an Sanur sudah tercatat menjadi saksi sejarah mendaratnya tentara BelandaYang meng invasi pulau Bali sehingga akhirnya memicu terjadinya perang Puputan Badung. Sejak kejadian Invasi di tahun 1906 itu, Sanur juga menjadi pilhan A.J. Le Mayeur seorang pelukis Belgia beristrikan wanita loka Ni Polok. A.J. Le Mayeur yang menjadikan Sanur sebagai tempat tinggalnya sering mengadakan pameran tunggal di tempat ini, karena kebesaran namanya nama Sanur pun ikut terangkat mendunia.

Untuk menuju Pantai Sanur ini dari Denpasar menempuh jarang sekitar 3 km dan jika dari bandara internasional Ngurah Rai jaraknya sekitar 18 km. Untuk menju Sanur sangatlah mudah karena banyaknya kendaraan umum yang melayani rute Denpasar-Sanur yang cukup ramai. sangat mudah dicapai karena banyaknya kendaraan umum yang sangat ramai antara Sanur – Denpasar. Untuk tempat penginapan sebagai salah satu tempat kawasan wisata pantai yang favorit dan terkenal tidak akan sulit menemukan hotel bertaraf internasional seperti Hotel Grand Bali Beach, Hotel Sindhu Beach, Hotel Sanur Beach, Hotel Hyatt hotel-hotel mewah itu terletak sepanjang timur dan tenggara pantai Sanur yang Indah.

Read Full Post »

Older Posts »