Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2012

air terjun aling-aling

Bali memiliki banyak wisata Air Terjun yang tersebar di berbagai wilayah. Singaraja merupakan wilayah Bali Utara yang memiliki Bali Utara yang memiliki banyak wisata air terjun unik serta mengagumkan karena singaraja  dikelilingi perbukitan luas. Air Terjun Aling-Aling adalah salah satu dari sekian banyak Air Terjun yang tersebar sepanjang perbukitan kabupaten Buleleng, Bali. Lokasi Objek Wisata ini terletak di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Untuk masuk  ke Objek Wisata Air Terjun Aling- Aling tidak di patok biaya, hanyak dengan memberikan sumbangan sukarela pada kotak donation di belakang papan dekat kamar mandi. Untuk mencapai air terjun yang mengagumkan ini, wisatawan harus berjalan kaki menyusuri pematang sawah, lalu naik turun tangga sejauh 400 meter. Ketika berjalan kaki menuju  Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling wisatawan akan menemui 2 air terjun kecil unik di sebuah sungai kecil.  Wisawan dapat berhenti sejenak untuk main air di sungai dekat sawah tersebut. Selanjutnya, menuruni ratusan anak tangga hingga tiba di kolam berarus dan mendaki anak tangga lagi hingga tiba di depan objek wisata Air Terjun Aling- Aling yang unik dan mengagumkan.  Seolah rasa lelah menuruni anak tangga terbayar lunas setelah sampai objek wisata Air Terjun Aling- Aling. Air Terjun cantik setinggi 35 meter ini sungguh sangat mengagumkan. Selain  cantik, Air  Terjun Aling- Aling juga cukup unik.Air  terjun ini unik, jatuh dari tebing curam dengan di kelilingi tebing- tebing  tinggi serta pepohonan hijau, mencerminkan asrinya daerah tersebut. Dari puncak tebing, air mengucur deras seolah-olah  terpecah jadi dua, membentuk dua Air Terjun dengan debit air yang berbeda.Air terjun sebelah kanan lebih besar serta lebih deras daripada yang sebelah kiri. Di bawah Air Terjun Aling-Aling terdapat cekungan atau kolam yang cukup dalam. Disana wisatawan boleh mandi sambil menikmati Air Terjun Aling-Aling yang mengagumkan, sungguh indah. Setelah puas bermain sambil menikmati Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling, wisatawan bisa beristirahat dengan menyewa penginapan atau hotel murah di sekitar kota singaraja. Wisatawan juga bisa berwisata kuliner, mengunjungi restoran atau rumah makan yang menyediakan kuliner halal.

Read Full Post »

tengenan

Desa Tengenan merupakan salah satu desa di Bali hingga kini masih kokoh mempertahankan jati dirinya sebagai desa adat yang tak tergerus oleh pengaruh zaman  yang di sebut modern. Desa ini tetap tegar bertahan dari gempuran “reformasi peradaban” dan pesatnya teknologi informasi yang berperan dalam memengaruhi pola hidup manusia secara signifikan. Desa Tengenan terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.Dalam menjalankan ritus keseharianya, masyarakat di Desa Tengenan tetap berpegang teguh pada peraturan adat desa yang ditulis sejak abad ke 11- yang kemudian di perbaharui lagi pada tahun 1842 karena yang aslinya terbakar. Dengan kekukuhan sikap masyarakatnya menyebabkan sampai kinipun masyarakat di Desa Tengenan masih bersikap tradisional dan tak banyak perubahan.

Desa Tengenan adalah salah satu dari 3 desa di Bali, yang termasuk kategori Bali Aga. 2 diantaranya ialah desa Trunyan di Kecamatan  Kintamanai, Kabupaten Bangli, dan Desa Sembiran Kecamtan Tejakule, Kabupaten Buleleng.  Arti dari Bali Aga ialah desa yang gaya hidup masyarakatnya masih berpedoman pada aturan dan adat istiadat peninggalan leluhur dari jaman sebelum kerajaan Majapahit.  Arsitektur rumah,balai pertemuan,dan pura yang di bangun sangat mempertahankan adat istiadat  secara turun-temurun. Ciri-ciri bangunan rumah penduduk terbuat dari batu merah, batu sungai, tanah dan mempunyai ukuran yang relative sama. Mata pencaharian penduduk  Desa Tengenan, umunya sebagai petani padi. Sebagian kecil ada juga sebagai pengerajin. Kerajinan khas penduduk desa tengenan antra lain anyaman bamboo,ukir-ukiran, lukisan di atas daun lontar dan tenun. Dari Dulu penduduk Desa Tengenan terkenal  dengan keahlianya dengan menenun kain Gringsing. Kain Gringsing tersebut dikerjakan dengan cara teknik dobel ikat. Teknik ini hanya satu- satunya di Indonesia, sehingga kaiun Gringsing hasil karya masyarakat Tengenan tersebut sangat terkenal ke seluruh dunia.Penduduk Tengenan memiliki tradisi yang sangat  unik. Setiap tahun pada pertengahan bulan juli digelar tradisi mekare-kare (perang pandan).Mekare-kare merupakan bagian puncak dari prosesi rangkaian upacara Ngusaba Sambah Yaitu ritual sepasang pemuda desa saling sayat menggunakan duri-duri dari daun pandan di atas punggung mereka.Selama 1 bulan itu, mekere-kere berlangsung sebanyak 2-4 kali dan setiap kali gelar akan di haturkan sesajen pada para leluhur.Akibat sayatan duri-duri daun pandan tersebut, akan menimbulkan luka di punggung pemuda-pemuda tersebut. Setelah selesai perang pandan luka itu akan diobati dengan menggunakan obat tradisonal antiseptic darin bahan umbi-umbian. Saat diolesi obat, punggung para pemuda akan terasa sangat perih . Luka tersebut akan mongering dan sembuh dalam beberapa hari. Tradisi dilakukan untuk melatih mental dan fisik warga desa Tengenan .

Sebagai  objek wisata budaya, Desa Tengenan  memiliki banyak keunikan dan kekhasan yang menarik untuk dilihat dan di pahami. Dari system kemasyarakatan yang di kembangkan bahwa masyarakat desa tengenan terdiri dari penduduk asli desa setempat .  Hal ini disebabkan karena system perkawinan yang dianut adalah system parental dimana perempuan  dan laki-laki dalam keluarga memiliki derajat yang sama dan berhak menjadi ahli waris. Hal ini berbeda dengan system kekeluargaan yang dianut oleh masyarakat di Bali pada umumnya. Di samping itu, mereka menganut system endogamy dimana masyarakat setempat terikat dalam awig-awig ( Hukum adat) yang mengharuskan pernikahan dilakukan dengan sesama warga Desa Tengenan , karena apabila dilanggar maka warga tersebut tidak diperbolehkan menjdi karma (warga) desa, artinya bahwa ia harus keluar dari desa Tengenan. Tidak banyak yang mengetahui bahwa keindahan alam Desa Tenganan berpotensi sebagai wisata alternatif jalur trekking dengan melewati jalan desa, perbukitan, dan juga hamparan sawah penduduk. Rute pendek jalur trekking ini dapat ditempuh dalam waktu ±3-4 jam.

Read Full Post »

Air Terjun Singsing

Bali Utara memang banyak menyimpan keindahan alam yang masih sangat alami. Salah satunya adalah Objek Wisata Air Terjun Singsing. Air Terjun Singsing terletak di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Lokasi Air terjun ini sangat dekat dengan kawasan Pantai Lovina. Dari Kota Denpasar menuju lokasi ini menempuh jarak sekitar 93 km.

Air Terjun Singsing memiliki ketinggian sekitar 12 meter dengan kedalaman kolam 3 m.  Tak jauh dari air terjun ini kira-kira 100 meter, menaiki tangga dan menyusuri tebing, juga terdapat air terjun yang lebih besar dan lebih indah, namanya Air Terjun Singsing Dua.  Air terjun kedua ini memiliki ketinggian dua kalinya dari air terjun yang pertama dengan kedalaman kolam sekitar 5 m.  Kedua air terjun ini berasal dari sumber sumber air yang sama.  Pada waktu musim panas, volume kedua air terjun tersebut relatif menurun sehingga curahan air terlihat kecil.

Air Terjun Singsing merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi karena lokasinya yang berada di daerah perbukitan yang memberikan pemandangan di arah utara yaitu hamparan pantai Lovina sehingga menjadi daya tarik yang cukup memikat. Obyek wisata Air Terjun Singsing ini sering dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara karena suasananya yang tenang, alami, dan juga untuk kesehatan serta kesegaran jasmani. Sebagai obyek wisata, sebelum memasuki jalan setapak sudah dibangun fasilitas untuk tempat parkir yang dikelola oleh Banjar setempat. Selain itu, terdapat juga beberapa warung kecil di sekitar area parkir yang menjual minuman dan makanan ringan. Meskipun jalan setapak untuk menuju lokasi Air Terjun Singsing tidak dikeraskan atau dipadatkan namun jalannya cukup baik sehingga menambah suasana yang terlihat lebih alami dengan pemandangan pantai Lovina yang tampak di sebelah utaranya. Bilamana sedang musim kemarau atau musim panas, volume Air Terjun Singsing relatif menurun. Jalan setapak menuju lokasi air terjun yang sedikit mendaki merupakan kegiatan yang cukup menarik bagi setiap wisatawan yang menyenangi “trekking“.

Jika Anda ingin mengunjungi objek wisata ini dari Denpasar membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Tempat yang strategis dan suasana yang masih alami sehingga membuat Air Terjun Singsing ini menjadi salah satu objek wisata favorit di Bali Utara.

Read Full Post »

Jatiluwih

Ingin menikmati suasana yang tenang dan asri, dan alami di pulau dewata?
maka anda bisa dapatkan dengan berkunjung ke Jatiluwih Bali. Tempat ini memeng menjadi tujuan wisata bagi mereka yang ingin menghilangkan kepenatan dengan suasana perkotaan yang penuh keramaian. Objek wisata ini terletak di daerah Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Berada pada ketinggian 700 meter diatas permukaan air laut, merupakan daerah yang berdekatan dengan Gunung Batur yang terkenal dengan panorama sawah terasering. Anda akan menikmati pemandangan alam yang indah.

Sebagaian besar daerahnya merupakan kawasan persawahan yang ditata bertingkat atau berundak, dan Bali sangat dikenal dengan sawah terasering. Luasnya sekitar 636 hektar sawah terbentuk terasering,jadi daerah ini menjadi kawasan terbesar untuk pemandangan sawah terasering di Bali.Sistem sawah berteras ini telah membuat Jatiluwih dinominasikan masuk daftar UNESCO World Heritage sebagai warisan budaya dunia. Sistem pengairan sawah yang digunakan yaitu sitem pengairan subak. Selain pemandangan sawah berteras, anda juga dapat menikmati pemandangan sungai, pura, atau rumah- rumah penduduk yang masih sederhana.Suasana pedesaan yang bener-bener alami dan damai dapat anda rasakan objek wisata di Jatiluwih Bali. Anda dapat menggunakan sepeda, atau menyewa mobil Volkswagen untuk berkeliling di areal persawahan ini. Hampir setiap hari daerah ini banyak di kunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara dengan suana alam pedesaan dengan ciri khas sawah terasering yang sangat menarik perhatian para wisatawan.

Nama daerah yang terdiri dari kata “Jati” dan “Luwih”  yang berarti benar-benar indah. Tempat wisata ini juga menyediakan fasilitas permainan air. Lokasi permainannya di sebuah sunagai yang dibendung airnya. Aliran sungai tersebut akan menuju lokasi rafting atau arung jeram. Selain Bali rafting, wisatawan juga dapat memakai indahnya panorama alam Jatiluwih dengan menyewa mobil jeep agar dapat leluasa berkeliling dikawasan jatiluwih. Sungguh akan menjadi pengalaman yang mengesankan bagi mereka yang pernah berkunjung ke Jatiluwih Bali. Di kawasan Jatiluwih tersedia wantilan untuk tempat beristirahat, Bale Bengong, restaurant, warung, toilet dan tempat parkir

Read Full Post »

Danau Buyan & Tamblingan

Danau Buyan dan Danau Tamblingan merupakan danau kembar yang sangat mempesona para pengunjung karena keindahan alamnya yang masih sangat alami, nuansanya yang tenang dan damai sehingga wisatawan dengan leulasa menikmati pemandangan alam di sekitarnya sangat mempesona tanpa terganggu hal apapun semua seperti menyatu dengan alam yang masih alami.Jauh dari sentuhan tangan- tangan moderensasi dan keramaian hampir tidak tersentuh sehingga alamnya selalu terjaga.     Bahkan wisatawan tidak akan menemukan perahu bermesin untuk menghantarkan para wisatawan atau sebagai sarana transportasi penduduk sekitar. Penduduk disni hanya menggunakan perahu-perahu tradisonal yang berukuran kecil yang biasa mereka sebut perahu.   Danau ini terletak di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng.

Luas kedua Danu ini adalah Danau Buyan (367 Ha) Danau Tamblingan (115 Ha) dan berada di ketinggian antara 1.210 – 1.350 mdpl. Danau di kelilingi oleh hutan utuh yang masih alami serta menampilkan view tebong Danau yang curam. Peraiaran danu cukup tenang dengan udara pegunungan yang berada di ketinggian 1.350 mdgpl membuatnya sejuk dan nyaman. Di lokasi ketinggian tertentu wisatawan dapat melihat pemandangan danau yang strategis dari ketinggian. Cocok utnuk tempat beristirahat sambil menikmati pemandangan yang luas membentang. Terdapat juga pura sebagai tempat suci umat hindu yang di bangun diantara pohon yangbesar dan lebat sehingga Pura tersebut khas dan unik. Banyak hal yang dapat dilakukan di tempat ini seperti misalnya berenang, mancing, maupun berkeliling dengan menggunakan perahu tradisonal. Menikmati danua yang masih hijau di kelilingi pohon-pohon alami yang rimbun membuat segar suasana dan udara di sekitar. Kegiatan rekreasi wisata alam seperti berkemah, lalu lintas alam, penjelajah huitan, dan out bond juga bisa di lakukan.. Fasilitas yang tersedia adalah tempat parkir yang cukup memadai untuk mobil, penyewaan perahu untuk keperluan memancing atau sekedar berekreasi.  Fasilitas akomodasi tersebar didesa sekitarnya  dengan view danau yang sangat menawan.  Disekitar tepian jalan sepanjang  jalan tepian danau tersedia tempat untuk duduk-duduk atau sekedar minum kopi.

Read Full Post »

tirta gangga

Di tengah sawah dan dikelilingi oleh perbukitan hijau yang indah, lokasi Tirta Gangga begitu damai dan indah. Tirta Gangga merupakan taman air Kerajaan milik keluarga Kerajaan Karangasem. Tirta Gangga terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Untuk mencapai objek wisata ini menempuh jarak 83 km dari Kota Denpasar. Taman air ini dibangun pada tahun 1948 atas prakarsa Raja Karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Arsitektur taman air ini merupakan gabungan dari arsitektur gaya Bali dan Cina. Sebelum dibangun menjadi taman air, sumber air telah berada di sana sebelumnya, yang digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar akan air namun diyakini juga sebagai air suci untuk memurnikan setiap energi buruk di sekitar daerah tersebut.

Makna dari nama Tirta Gangga adalah, Tirta berarti air yang diberkati dan diambil dari nama sungai Gangga di India. Air dari mata air Tirtaganga dianggap sebagai air suci oleh umat Hindu di Bali. Air ini digunakan untuk upacara keagamaan di Pura-Pura di daerah tersebut sampai saat ini. Mata air ini diperlukan untuk upacara yang diselenggarakan oleh Pura-Pura di sekitar Tirtagangga yang dapat dicapai dengan berjalan kaki.

Dikelilingi oleh panorama yang sangat indah membuat Tirtagangga merupakan tujuan yang sangat penting untuk dikunjungi. Melakukan perjalanan wisata tour di Bali dan berkunjung ke Taman Tirtagangga ini adalah pilihan yang baik. Bayangkan suasana pedesaan dengan hamparan persawahan dan udara yang sejuk, dilengkapi dengan taman dengan kolam renang dari mata air kaki pegunungan yang jernih dan dingin. Sungguh suatu liburan yang menyenangkan.

Tentunya Anda akan menikmati liburan anda dengan mengunjungi Wisata Tirta Gangga dan memungkinkan anda untuk menikmati alam di bagian timur karangasem bersama dengan orang-orang yang anda cintai. Selain itu anda juga bisa merasakan air kaki pegunungan yang begitu jernih. Selamat mencoba.

Read Full Post »

SONY DSC

Menarik untuk diungkapkan, bahwa di Desa Adat Batuan terdapat sebuah Pura Puseh yang sangat indah dan artistik. Pura yang berdiri megah disisi utara Desa Batuan secara Adminitratif terletak di Dusun Tengah, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali. Pura Puseh Desa Batuan selain memancarkan getaran spiritual yang tinggi juga memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang, dan didalamnya terdapat peninggalan purbakala berasal dari masa prasejarah. Datangnya pengaruh budaya Hindu ke Bali menjadikan batu-batu alam yang ada di pura ini sebagai tempat pemujaan, baik kepada nenek moyang maupun memuja dewa-dewa Hindu.

Pura Puseh Batuan merupakan Pura Kahyangan Tiga, dimana di halaman tengah pura terdapat satu bale panjang yang disebut Bale Kulkul dan Bale Agung dan sebuah pintu masuk masuk yang tinggi khas Bali yang disebut Kori Agung. Kori Agung diapit oleh banyak patung penjaga berbentuk raksasa serta berfungsi sebagai tempat keluar masuknya para dewa yang berupa pratima (patung kecil). Sedangkan di sebelah Kori Agung terdapat 2 pintu kecil sebagai tempat keluar masuknya umat ke dalam halaman utama pura. Pada halaman utama pura terdapat beberapa bale dan meru tumpang tiga, juga bangunan Padmasana sebagai tempat pemujaan Sang hyang Widhi, dan di halaman belakang pura berdiri sebuah wantilan purbakala. Di pura ini juga dibuat panggung pertunjukan sebagai tempat pementasan Tari Gambuh, tepatnya di area parkir.

Adapun fasilitas yang tersedia di kawasan pura ini adalah adanya warung penjual makanan dan minuman, toilet serta area parkir yang memadai bagi pengunjung yang datang.Pura Puseh batuan berjarak kurang lebih 18 km dari Kota Denpasar Bali sehingga dapat ditempuh hanya dalan waktu sekitar 25 menit saja. Penataan pura yang sangat baik dan asri serta ornamen-ornamen pada bangunan pura yang luar biasa indahnya membuat pura ini ramai dikunjungi wisatawan setiap harinya. Satu lagi bukti tentang keagungan pura yang selalu memancarkan pesona selain nilai historinya yang sangat tinggi.

Jadi jika Anda berlibur ke Bali tidak lengkap rasanya tanpa mengunjungi Pura Puseh Desa Adat Batuan ini. Pura ini memiliki nilai artistik  yang sangat tinggi dan membuat anda terpesona.

Read Full Post »

Older Posts »