Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2012

Bali Safari and Marine Parkterletak di Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra tepatnya berada di tiga desa di Gianyar, yaitu Desa Lebih, Desa Serongga, dan Desa Medahan. Lokasi yang dapat ditempuh dari Denpasar 17 km dan jarak tempuh dari Kuta 30 km. Kawasan ini merupakan objek wisata nasional yang dibangun diatas lahan seluas 40 hektar.

Bali Safari and Marine Park menyediakan sebuah medium unik dalam sebuah kombinasi dari kehidupan satwa liar di habitat aslinya dengan ekosistem yang bersinggungan dengan kebudayaan masyarakat Bali. Disini wisatawan dapat menikmati berbagai jenis satwa langka yang terdiri dari 80 spesies dan 400 ekor satwa yang berasal dari tiga region, yaitu Indonesia, India, dan Afrika. Satwa langka yang menjadi kebanggaan Indonesia antara lain, Jalak Putih, Burung Hantu, Babi Rusa, Buaya, Tapir, Gajah Sumatra, Rusa Timor, Beruang Madu, Harimau Sumatera. Sedangkan Satwa langka yang menjadi kebanggaan bagi India yaitu , Rusa Tutul, Beruang Himalaya, Nilgai, Black Buck. Serta tak kalah menarik satwa langka yang menjadi kebanggan bagi Afrika yaitu Kuda Nil, Grevy Zebra, Onta Punuk Satu, Burung Unta, Babbon, Blue Wildebeest, dan Singa.

Di dalam taman ini ada beberapa pertunjukkan yang bisa anda nikmati seperti:

1. Animal Education show di Hannuman Stage. Taman Hanuman ini memiliki sebuah panggung dimana terdapat pertunjukan satwa, selain itu diberikan juga pengetahuan tentang satwa langka.

2.Elephant Conservation & Education Show di Kampung Gajah. Ini merupakan area dimana terdapat museum gajah, kandang gajah, tunggang gajah, souvenir, dan, warung gajah.

3.Elephant Bathing di Ganesha. Taman Ganesha ini memiliki sebuah patung Ganesha setinggi 9 m yang merupakan pintu masuk menuju Bali Theater. Di sini juga dapat dilihat replika relief yang berada di Gunung Kawi. Di Taman Ganesha anda dapat menyaksikan gajah yang sedang mandi di Tirta Gajah. Pengunjung dapat berinteraksi secara dekat dengan gajah-gajah yang sedang mandi.

4. Balinese Holy Water Procession di Tirta Sulasih. Tirta Sulasih adalah tempat untuk mandi dan merupakan tempat pemandian suci. Tirta Sulasih dapat dilihat saat menuju Peken Bali yang merupakan tempat penuh dengan nuansa kebudayaan Bali. Anda dapat menyaksikan kegiatan sehari-hari masyarakat Bali dengan budayanya. Kerajinan seni maupun souvenir dapat anda beli di sini.

5.Balinese Bamboo Music di Terminal Bali.

6.Balinese Dancing Class di Bale Banjar.

7.Tigers of Ranthambore merupakan benteng kuno yang berada di India. Benteng ini menjadi tempat berdiamnya harimau putih yang sangat langka. Pengunjung dapat berinteraksi lebih dekat dengan harimau putih tersebut melalui kaca yang berada di kolam. Disini anda juga dapat berfoto bersama harimau putih.

Taman Safari Bali ini tentunya dilengkapi dengan beberapa fasilitas menarik yang bisa membuat betah para pengunjung di sana. Yang terutama yaitu koleksi binatang liarnya yang semuanya ditempatkan dalam habitat yang alami.

Iklan

Read Full Post »

Brahmavihara Arama  Banjar dikalangan masyarakat lebih dikenal dengan nama Vihara Buddha Banjar, yang merupakan Vihara Buddha yang terbesar di Bali. Vihara ini terletak di kawasan perbukitan di Banjar Tegeha, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang berjarak kurang lebih 22 Km di sebelah barat kota Singaraja, dan 11 Km dari kawasan wisata Lovina. Karena berlokasi dikawasan pegunungan, Brahmavihara-Arama bersuasana tenang dan damai sehingga serasi benar sebagai lokasi kawasan spiritual. Jalan menuju kawasan Brahmavihara-Arama dapat di tempuh dengan berbagai jenis kendaraan bermotor. Terlebih lagi ada mata air panas di Banjar yang ramai dikunjungi, sehingga Brahmavihara-Arama menjadi semakin dikenal dan menjadi objek kunjungan para wisatawan, karena banyak di antaranya sehabis mandi dan berendam di air panas Banjar, lalu melanjutkan kunjungan ke Brahmavihara-Arama.

Asal-usul dan sejarah Brahmavihara-Arama atau Vihara Buddha Banjar merupakan vihara yang baru dibangun lewat pertengahan abad ke-20 Masehi, tepatnya pada tahun 1960 dan selesai tahun 1970, kemudian baru diresmikan sekitar tahun 1973. Sebelum berlokasi di Perbukitan Banjar Tegeha, di sekitar air panas Banjar telah dibangun vihara, tetapi pada saat itu upasaka ( pengikut agama Buddha) tersebut sangat sedikit, baru sekitar 25 orang. Kemudian setelah upasaka semakin banyak jumlahnya, baru dibangun Brahmavihara-Arama yang berlokasi di perbukitan Banjar Tegeha, desa pekraman Banjar, di areal tanah seluas kurang lebih 1 ha. Areal bangunan Brahmavihara-Arama telah diperluas lagi untuk dapat membangun miniatur Borobudur yang berlokasi di areal bagian selatan Brahmavihara-Arama yang telah selesai dibangun dan diresmikan. Secara garis besarnya Brahmavihara-Arama terdiri dari lima kompleks bangunan sebagai berikut: (1) Upasatha Gara; berlokasi dipuncak bukit sebelah barat yang merupakan sebuah ruangan yang nyaman dan tenang. Pada dinding ruangan bangunan ini dipahatkan relief kelahiran Sang Buddha, dan di tengah-tengahnya terdapat arca Sang Buddha dalam keadaan mencapai Sama Sang Buddha (Nirwana). Dalam kegiatan keagamaan dan spritual, ruangan ini berfungsi untuk pentasbihan para bhiku smaanera (Calon Bhiku), yang merupakan tahap awal untuk mengikuti latihan berikutnya. Diruangan ini juga para bhiku mengucapkan sumpah dan janji. (2) Dhamasala; berlokasi di kawasan bagian timur. Ruangan dharmasala ini merupakan sejenis ruangan kuliah. Ruangan ini juga merupakan tempat untuk melakukan kebaktian, memberikan kotbah dan untk melakukan aktivitas spritual. (3) Stupa; merupakan sebuah bangunan yang bentuknya menyerupai lonceng raksasa, yang berlokasi di sudut barat laut, yang sisinya terbuat dari beton, dipahatkan pada relief-relief yang keindahannya mengagumkan.

Di dalam stupa ini tersimpan benda-benda sakral milik sang Buddha, antara lain relik sosok benda yang berkilauan dan tahan api. (4) Pohon Bodi; merupakan tempat simbol kemenangan sang Buddha pada waktu mencapai Sammia Sang Buddha (kesempurnaan yang abadi). Di tempat ini para pengunjung Vihara melakukan meditasi, terutama pada waktu Hari Suci Asada dan Hari Suci Waicak. (5) Kuti; merupakan tempat tinggal para bhiku maupun para siswa yang sedang menuntut ilmu dan dipakai sebagai tempat latihan para bhiku. Selain itu ada dua arca Buddha yang sangat menarik ,yakni Arca Parinirwana dan Arca Buddha sebagai sang Buddha. Keduanya terbuat dari perunggu berlapis emas yang merupakan sumbangan dari Thailand dan Sri Langka pada tahun 1977.

Arca-arca Buddha yang lain tersebar di seluruh taman di Brahmavihara-Arama ada 31 buah, materialnya dari batu cadas atau beton yang menunjukkan simbol bahwa ada 31 tingkatan alam lagi di luar nirwana. Sebenarnya perayaan hari Suci Waicak setiap hari Purnamasiddhi itu adalah untuk merayakan tiga upacara yang dilaksanakan sekaligus, yakni kelahiran Sang Buddha pada waktu bulan Purnamasiddhi Waisak Puja, pencapaian Sama (Nirwana) oleh Sang Buddha yang merupakan kebebasan yang sempurna, serta saat Sang Buddha mencapai parinirwana( keabadian).

Read Full Post »

Pura Rambut Siwi adalah salah satu Pura Hindu terbesar di Bali, terletak di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana di Bali barat. Memerlukan waktu sekitar 2 jam dari Denpasar pergi ke daerah Bali bagian barat atau 30 menit dari Negara. Sangat mudah untuk sampai ke Pura ini dari Denpasar dan hanya cukup mengikuti jalan utama menuju Gilimanuk. Dalam perjalanan ke Gilimanuk, setelah memasuki wilayah Kabupaten Jembrana, anda akan menemukan sebuah Pura di sisi kiri, di mana sebagian besar pengendara menghentikan kendaraannya di tempat ini. Rambut Siwi adalah sebuah Pura Hindu yang indah, terletak di tepi tebing, dengan Samudera Hindia yang luas terhampar di depannya. Pura Rambut Siwi sendiri adalah lokasi dari banyak upacara dan kegiatan keagamaan dalam kalender Hindu di Bali.

Bangunan Pura Rambut Siwi terletak di samping jalan utama Denpasar menuju Gilimanuk. Kita dapat melihat semua kendaraan yang dikendarai oleh umat Hindu setempat akan berhenti sejenak di Pura ini untuk berdoa kepada Tuhan agar diberikan keselamatan selama perjalanan mereka. Hal ini dilakukan pula oleh masyarakat di Pura-Pura lainnya di Bali seperti pada Pura Goa Lawah dan Pura Pulaki.

Pemandangan yang sensasional dimiliki oleh Pura ini ketika melihat ke arah laut dan ke bawah Pura atau dari pantai menengadah ke arah Pura. Pura utama terletak di atas tebing dan dikelilingi oleh pemandangan Samudra Hindia. Dari puncak tebing, kita bisa melihat bangunan Pura tua di bawah dan terletak tepat di tepi laut. Selain itu, panorama yang indah dari Samudra Hindia yang berwarna biru akan menambah kesan pengalaman anda. Suasana di tempat ini sangat tenang dan baik untuk memulihkan pikiran kita.

Biaya untuk mengunjungi Pura Rambut Siwi cukup murah dan merupakan cara yang sangat baik untuk menghabiskan hari anda di Bali, terutama pada saat matahari terbenam di tempat ini. Pura Rambut Siwi jauh dari keramaian dan merupakan kunjungan alternatif dibandingkan dengan Pura Tanah Lot yang merupakan Pura yang paling banyak dikunjungi di Bali. Namun anda harus bersedia melakukan perjalanan yang lebih lama untuk menikmati ketenangan di Pura Rambut Siwi ini.

Pura Rambut Siwi dibuka untuk tujuan wisata di Bali barat dan tempat yang tepat untuk kunjungan selama liburan anda berada di Bali. Ini merupakan salah satu tujuan wisata di Bali atau salah satu tempat-tempat menarik di Bali.

Read Full Post »