Feeds:
Tulisan
Komentar

Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘kebun raya bedugul’

 

 

kebun raya bedugul

 

Kebun Raya Eka Karya Bedugul adalah salah satu objek wisata terkenal di Bali dam yang wajib anda kunjungi, tepatnya di Kabupaten Tabanan. Kebun Raya Eka Karya Bedugul terletak pada ketinggian 1.250-1.450 meter di atas permukaan laut. Itulah sebabnya mengapa iklim tropis yang panas di Bali tidak mencapai daerah ini. Sewaktu siang hari suhu dapat mencapai 17-25° C, dan ketika malah hari, suhu bisa turun mencapai 10-15° C. Yang menarik dari objek wisata Kebun Raya Eka Karya Bedugul ini yaitu keindahan alam pegunungan yang masih alami, tempatnya yang tinggi membuat daerah ini selalu berkabut dan berhawa dingin. Cuaca di daerah ini tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, selalu melengkapi diri dengan beberapa payung, pakaian hangat, dan jas hujan. Disekitar objek wisata ini terdapat objek wisata yang sangat terkenal yaitu Danau Beratan.Berawal dari gagasan Prof. Ir. Kusnoto Setyodiwiryo sebagai direktur lembaga pusat penyelidikan alam yang menginginkan didirikannya cabang kebun raya di luar Jawa khususnya bali sebagai cagar alam bagi tumbuhan, maka pada tahun 15 juli 1959 Kebun Raya Eka Karya secara resmi didirikan. Nama Eka Karya berarti kebun raya pertama yang merupakan hasil kerja keras bangsa Indonesia setelah kemerdekaan.Sekitar 154 hektar kebun di lereng bawah Gunung Pohen, menawarkan sebuah koleksi pohon dan bunga. Tepat setelah pintu masuk, anda akan tiba di atas area rumput hijau yang luas, dimana orang biasanya menggelar tikar mereka dan membuka keranjang piknik mereka. Bali Tree Top, adalah sebuah tempat berpetualang bagi seluruh keluarga, terletak di sisi kiri taman, tepat setelah pintu masuk dan pusat informasi. Di sini anda bisa mendapatkan buklet yang menyediakan semua nama botani dari semua tanaman dan bunga di Kebun Raya Eka Karya Bedugul.Tak jarang para wisatawan menyebut tempat ini sebagai surganya dunia, karena Bedugul ini di tata rapi serta di pelihara dengan baik sehingga banyak jenis tumbuh-tumbuhan berkembang pesat di sini. Di samping itu udara yang sejuk dan bersih kerap kali menjadi daya tarik di obyek ini.

Keistimewaan

Konsep yang diusung oleh Kebun Raya Bali sangatlah berbeda dengan konsep kebun raya di Indonesia lainnya. Kebun Raya Bali tidak hanya sebagai pusat konservasi tanaman saja, namun lebih dari pada itu, Kebun Raya Bali juga merupakan perpaduan hutan alam dan tradisi Bali yang lekat dengan nilai-nilai budaya. Bisa dibilang Kebun Raya Bali merupakan simbiosis dari situs purba, kearifan lokal pengobatan, arsitektur, dan sastra lama.

Saat memasuki kawasan Kebun Raya Bali, Anda akan menjumpai gerbang utama yang berbentuk candi bentar (terbelah) seperti yang biasa ditemui di pura-pura Pulau Dewata. Setelah itu, di sepanjang Boulevard Ramayana Anda akan disuguhi pemandangan eksotis yang mengandung wacana sastra lama. Ada jalinan kisah Ramayana yang tersaji melalui deretan 9 patung berukuran besar. Di kanan-kiri patung-patung berjejer deretan bunga kana berwarna merah dengan latar belakang rumput hijau dan lebatnya hutan di kejauhan.

Keunikan lain dari kebun Raya Bali adalah adanya Taman Panca Yadnya seluas 5,53 ha, dengan koleksi tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan, hiasan pura, sesaji, dan kegiatan upacara keagamaan lainnya. Hal ini menunjukkan betapa eloknya harmoni yang tercipta antara Kebun Raya Bali dengan budaya Hindu. Selain Taman Panca Yadnya, di kawasan ini juga terdapat Taman Usada yang memiliki sekitar 300 jenis tumbuhan berkhasiat dalam sistem pengobatan tradisional Bali. Wisatawan yang berkunjung ke tempat ini juga dapat belajar tentang khasiat dari masing-masing tanaman tersebut. Di dalam kebun raya ini wisatawan juga akan mendapati Herbarium Hortus Botanicus Baliense, Taman Mawar, Taman Anggrek, Taman Cyathea (paku-pakuan), Rumah Kaca Kaktus, Pura Batu Meringgit dan Pura Terate Bang.

Ada banyak aktivitas yang dapat Anda lakukan selama mengunjungi kebun raya ini. Rombongan keluarga biasanya akan duduk-duduk di atas rumput hijau sambil mengawasi anak-anak mereka yang berlarian kesana kemari. Anda yang suka petualangan dapat mencoba berbagai permainan high rope yang tersedia di kawasan ini. Bagi Anda yang ingin berjalan-jalan menyusuri kebun raya ini, pengelola Kebun Raya Bali telah membagi rute perjalanan menjadi beberapa jalur, yakni jalur kuning, jalur ungu, jalur merah, jalur biru, dan jalur burung.

Jalur Kuning berawal dari candi bentar sebagai gerbang utama. Setelah itu Anda akan melewati jalan beraspal, jalan setapak, dan sesekali jalan padang rumput. Di sepanjang jalur kuning Anda akan menemui pohon cemara pandak yang menjadi inang bagi tumbuhan lain seperti paku-pakuan dan anggrek, koleksi tanaman upacara (daun sirih, bunga melati, kayu dadap, kunyit, dan lain-lain), bunga bangkai, tanaman pandan, Pura Batu Meringgit, serta patung Rahwana Jatayu dan Patung Kumbakarna Laga. Rute Jalur Kuning ini melingkar, sehingga perjalanan akan berakhir kembali di pintu utama tempat Anda masuk.Jalur Ungu disediakan bagi Anda pecinta anggrek. Karena, di sepanjang jalur ungu ini Anda akan menemui berbagai koleksi tanaman anggrek serta koleksi kaktus. Anggrek tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia, namun juga ada anggrek dari Amerika Utara dan Amerika Selatan. Hampir sebagian besar anggrek-anggrek tersebut berbunga sepanjang tahun dengan warna-warna yang mencolok seperti merah, ungu, jingga, maupun oranye. Jika Anda beruntung, Anda akan menemukan bunga anggrek hitam yang sangat terkenal itu.

Jalur Merah merupakan jalur yang melewati koleksi tanaman tradisional masyarakat Bali. Koleksi tanaman tersebut terbagi dalam beberapa jenis, yakni tanaman yang dapat dimakan, tanaman obat, tanaman bumbu masak, tanaman serat yang dapat digunakan sebagai bahan pakaian, tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, dan tanaman yang biasa digunakan untuk upacara. Selain itu, Anda juga akan melewati rumah tradisional Bali yang unik.

Jalur Biru adalah jalur dengan jalan berbatu yang mengelilingi koleksi tumbuhan paku. Tumbuhan paku yang ada mencapai 200 jenis yang terdiri dari paku suplir, paku pohon, paku rane, paku sarang burung, dan jenis-jenis lainnya. Di jalur biru ini juga terdapat tumbuhan paku yang sangat kuno yakni paku belalai gajah.

Jalur Burung merupakan jalur yang dirancang sedemikian rupa supaya Anda dapat melihat burung di habitatnya langsung. Ada berbagai jenis burung yang akan Anda jumpai di kawasan ini seperti burung isap madu Australia, burung walet sapi, burung tekukur, bondol jawa, dan burung kepodang. Ini merupakan obyek yang sangat menarik untuk anda kunjungi, jadi jika anda sedang berlibur ke Bali, jangan lupa untuk berkunjung ke Kebun Eka Karya Bedugul Bali.

 

 

Read Full Post »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.